Cinta Tanpa Syarat di Balik Video Mesum Wanita Kebaya Merah

Cinta Tanpa Syarat di Balik Video Mesum Wanita Kebaya Merah

ACS, pria tersangka pemeran video mesum ‘Wanita Kebaya Merah’ mengaku sangat mencintai AH, pemeran perempuan di video itu. Keduanya memang sepasang kekasih.
Plh Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim Kompol Harianto Rantesalu mengatakan selama proses penyidikan itu ACS mengakui dirinya tetap mencintai AH.

“AH sendiri mengakui sayang banget sama cowoknya (ACS)

AH diduga mengalami kepribadian ganda. Hal itu sebagaimana Slot Gacor disebutkan oleh Direktur Reskrimsus Polda Jatim Kombes Farman pada Senin (7/10).

“Informasi yang kami terima dari penyidik, yang bersangkutan (AH) merupakan seorang yang berkepribadian ganda,” ujar Farman saat itu.

Dalam dunia medis, kepribadian ganda biasa disebut dengan gangguan identitas disosiatif (DID). Mengutip Kondisi ini tergolong gangguan mental, ditandai adanya dua kepribadian atau lebih.

Kepribadian itu memicu perilaku berbeda di waktu berbeda. DID dapat menyebabkan yang bersangkutan mengalami gangguan memori dan halusinasi, yakni percaya sesuatu itu nyata padahal sebaliknya.

Plh Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim Kompol Harianto menyebutkan bahwa ACS memahami itu. Pria itu sangat memahami karakter AH. Termasuk perubahan sikap dan sifat dalam waktu singkat atau kepribadian ganda yang dialami AH.

“Yang bisa melihat secara detail perubahan sikap (AH) yang terjadi ya cowoknya (ACS),” ujar Harianto.

Dengan kondisi AH yang demikian, kepada penyidik ACS mengaku tetap mencintai AH. Itu adalah bukti bahwa cintanya kepada AH memang begitu kuat dan tanpa syarat.

Meski demikian, Harianto mengaku tak tahu pasti kapan kisah cinta mereka bermula, termasuk kapan keduanya mulai berkenalan dan sudah sejauh mana keduanya merajut asmara.

Lantas apakah bisa cinta yang begitu kuat itu membebaskan keduanya dari pasal pornografi yang sedang menjerat mereka?

Sejauh ini polisi hanya menunggu kepastian tentang kondisi kesehatan mental AH dari dokter yang sedang mengobservasi untuk menentukan lanjut tidaknya proses hukum terhadap AH.

Sebab, sesuai Pasal 44 dalam KUHP, pengidap gangguan jiwa tidak bisa dipenjara. Sayangnya tidak ada pasal dalam KUHP yang bisa membebaskan seseorang karena dimabuk cinta.